Good Words Never Die

Artikel2 Tentang Kesehatan

Self CPR

Click picture to launch the article

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
SakitGigi

Peneliti Jepang Temukan Cara Atasi Gigi Berlubang

 

Ilustrasi. TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Obu – Ilmuwan dari Nippon Biomedical Laboratories dan School of Dentistry, Universitas Kagoya, Jepang, berhasil menciptakan terobosan baru dalam bidang kesehatan gigi. Untuk pertama kalinya, mereka berhasil melakukan transplantasi pada gigi menggunakan sel induk untuk mengembalikan gigi berlubang utuh kembali. Biasanya, gigi berlubang diobati dengan menambal gigi. Jika tambalan terkikis dan lubang terus membesar, gigi akhirnya dicabut.

“Gigi berlubang atau radang gusi merupakan masalah kesehatan yang menyebalkan. Selain menyebabkan rasa sakit yang luar biasa, gigi berlubang juga bisa menyebabkan sakit jantung,” ujar Dr. Misako Nakashima, dari Pusat Nasional untuk Geriatrics dan Gerontology di Obu, Jepang, seperti dikutip Daily Mail, Selasa, 2 Juli 2013.

Pembusukan gigi terjadi ketika bakteri menyebabkan infeksi, bahkan saat perbaikan alami gigi. Parahnya, email akan menembus ke dalam gigi. Ini akan menyebabkan jaringan gusi meradang. Dalam penelitian ini, peneliti berhasil mengembangkan pulp, bagian gigi yang bisa merasakan sensasi panas, dingin, dan tekanan. Pulp dan sel induk gigi berhasil beregenerasi hingga mengembalikan struktur gigi yang sehat.

Untuk menguji temuan ini, peneliti menerapkannya pada sekelompok anjing. Hasilnya, gigi anjing yang rusak dapat beregenerasi menjadi seperti semula. Selain itu, tidak ada efek samping atau pun bukti toksisitas. Dari sini, peneliti yakin bahwa temuan mereka dapat diterapkan juga pada manusia.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Nyeri Dada

NyeriDada

Ini Ciri Khas Nyeri Dada karena Jantung

Penulis : dr. Felix Chikita Fredy | Kamis, 18 Juli 2013 | 14:23 WIB

KOMPAS.com — Setiap orang pasti pernah merasakan nyeri dada selama hidupnya. Bahkan dalam setahun setidaknya Anda pernah sekali merasa nyeri dada. Kebanyakan,akan langsung menghubungkan nyeri dada dengan sakit jantung, apalagi bila nyeri dadanya dirasakan di dada sebelah kiri.

Faktanya, nyeri dada akibat penyakit jantung lebih sedikit frekuensinya dibandingkan nyeri dada bukan akibat penyakit jantung. Penelitian terkait penyebab nyeri dada pernah dilakukan di Swiss dengan melibatkan 672 pasien. Pasien-pasien tersebut datang dengan keluhan nyeri dada. Namun setelah menjalani pemeriksaan, nyeri dada yang diakibatkan oleh penyakit jantung hanya sekitar 16 persen. Penyebab paling banyak ialah masalah otot, yakni sekitar 50 persen.

Penelitian serupa juga pernah dilakukan terhadap 135 pasien anak-anak berusia 4-17 tahun. Anak-anak tersebut dibawa berobat karena mengeluhkan nyeri dada. Dari sekian banyak anak tersebut, nyeri dada yang diakibatkan oleh penyakit jantung hanya ditemukan pada 1 pasien saja. Sisanya nyeri dada diakibatkan tegang otot, psikis seperti rasa cemas, dan gangguan saluran cerna.

Namun bukan berarti kita tidak boleh anggap remeh nyeri dada. Nyeri dada yang ternyata diakibatkan jantung dapat berakibat fatal. Oleh karenanya, pengetahuan mengenai ciri-ciri nyeri dada yang disebabkan jantung amat penting.

Ciri nyeri dada yang disebabkan jantung

Nyeri didefinisikan sebagai sensasi tidak enak akibat kerusakan jaringan. Nyeri sebenarnya bersifat subyektif. Jantung akan memberikan sensasi nyeri bila terjadi ancaman kerusakan jaringan jantung. Penyebab terseringnya ialah kekurangan oksigen dan darah yang dapat muncul pada kondisi sumbatan atau penyempitan pembuluh darah jantung.

Tidak semua nyeri dada perlu dikhawatirkan berasal dari jantung. Beberapa karakteristik nyeri dada berikutlah yang patut diwaspadai berasal dari jantung.

Jantung terletak di tengah-tengah dada agak sedikit ke kiri. Oleh karena itu, tidak semua nyeri dada akibat jantung dirasakan di sebelah kiri. Bila yang mengalami kerusakan jantung sebelah kanan, maka nyeri yang dirasakan dapat berupa nyeri dada kanan. Jika yang mengalami kerusakan jaringan jantung belakang, maka dapat muncul gejala rasa tidak enak di punggung. Demikian pula bila bagian bawah jantung yang mengalami kerusakan, nyeri bisa dirasakan di ulu hati yang menyerupai gejala sakit maag.

Jantung termasuk organ dalam sehingga sifat nyerinya adalah nyeri yang tidak terlokalisasi. Artinya, Anda tidak akan dapat menunjuk letak nyeri hanya dengan satu jari. Biasanya, seorang pasien jantung akan menunjukkan tempat nyerinya dengan seluruh telapak tangannya ketika ditanya di mana letak nyeri dirasakan.

Sensasi nyeri dada akibat jantung biasanya bersifat tumpul. Nyeri dada seperti sensasi tertindih benda berat, tertekan, sesak berat, dan rasa terbakar. Namun, beberapa dari mereka juga dapat mengalami rasa nyeri seperti ditusuk-tusuk.

Ciri khas lainnya adalah terdapat penjalaran. Nyeri yang diakibatkan oleh jantung dapat menjalar melalu saraf hingga ke bahu, lengan kiri, tembus ke punggung, dan leher. Tempat-tempat tersebut khas untuk penjalaran nyeri dari jantung.

Mengenai lama, nyeri dada dapat berbeda-beda tergantung berat-ringannya penyakit jantung yang diderita. Nyeri dada akibat penyempitan derajat ringan biasanya berlangsung kurang dari 20 menit. Sementara itu, nyeri akibat sumbatan total atau pada serangan jantung akut terjadi lebih dari 20 menit.

Nyeri dada akibat jantung terjadi pada saat kerja jantung kita meningkat, misal saat beraktivitas, sesaat setelah beraktivitas, sedang marah, emosi, atau stres. Nyeri berkurang dengan istirahat dan menenangkan diri.

Ciri khas lainnya ialah nyeri tidak dipengaruhi oleh posisi tubuh. Posisi berdiri, duduk, berbaring miring ke kanan, kiri, dan sebagainya tidak akan memengaruhi rasa nyeri. Demikian pula dengan pernapasan. Nyeri akibat jantung tidak bertambah sakit saat menarik ataupun mengembuskan napas. Jika nyeri bertambah dengan menarik napas, maka penyebab nyeri dada lebih dicurigai disebabkan oleh paru-paru atau otot dinding dada.

Nyeri dada akibat jantung umumnya diiringi oleh gejala saraf simpatis lainnya, yakni gejala seperti saat seseorang cemas. Gejala simpatis tersebut antara lain berkeringat dingin, denyut jantung cepat, lemas, mual, dan muntah.

Anda merasakan nyeri dada? atau orang sekitar Anda ada yang nyeri di dada? Coba cocokkan dengan karakteristik nyeri di atas. Jangan cepat-cepat takut bahwa nyeri dada yang dialami akibat jantung. Namun, bila agaknya karakteristiknya mengarah ke jantung, segera ke rumah sakit terdekat!

Semoga bermanfaat.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Penebalan Otot Jantung Sebabkan Kematian Mendadak 

Penulis : Rosmha Widiyani | Sabtu, 20 Juli 2013 | 07:57 WIB

OtotJantung

Kompas.com - Salah satu penyakit jantung yang perlu diwaspadai adalah penebalan otot jantung. Penyakit yang disebabkan oleh faktor genetik ini bisa menyebabkan kematian mendadak.

“Biasanya korban beraktifitas fisik terlalu berat, misalnya olahragawan. Akibatnya otot menebal dan butuh aliran darah lebih banyak daripada biasanya,” kata dr. Antono Sutandar SpJP, dari Siloam Heart Institut di Siloam Hospital Kebon Jeruk pada Jumat (19/7).

Antono menjelaskan, otot jantung yang menebal perlu lebih banyak aliran darah sehingga ini menimbulkan ketidakseimbangan. Permintaan otot tidak sama dengan jumlah darah yang bisa disuplai sehingga otot tidak bisa bekerja maksimal. Akibatnya terjadilah serangan jantung yang diikuti kematian sel.

Penyakit ini, menurut Antono, tidak kambuh bila penderita tidak beraktifitas fisik terlalu berat. “Kalau penderitanya santai saja, tidak ada masalah,” katanya.

Penyakit ini juga tidak memiliki gejala spesifik. Karena itu, Antono menyarankan skrining untuk deteksi dini.

Skrining pertama adalah mengetahui riwayat penyakit dalam satu keluarga. Selanjutnya bila diketahui pernah menderita penebalan otot jantung, maka pasien menjalani tes EKG dan Cardiac MRI. Kedua tes ini untuk mengetahui bagaimana kondisi jantung, dan memperkirakan risiko kematian mendadak.

Kemudian pasien akan menjalani monitoring irama jantung. Irama yang tidak teratur menandakan kerja jantung yang kurang maksimal. Pasien juga menjalani tes olahraga untuk melihat tekanan darahnya.

Pada orang dengan otot jantung tidak menebal, olahraga menyebabkan tekanan darahnya naik perlahan. Sebaliknya pada orang dengan penebalan otot, tekanan darahnya cepat sekali naik lalu langsung turun. Tekanan darah yang berfluktuasi tajam ini berbahaya bagi kesehatan jantung.
Penebalan otot jantung wajib diwaspai. “Perhatian di Indonesia masih kurang. Padahal angka kejadiannya berkisar 1/500 sampai 1/1000,” kata Antono.

Karena itu Antono menyarankan deteksi dini, terutama bila ada keluarga yang pernah mengalami penebalan otot jantung.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jantung Koroner Tidak Selalu Harus Pasang Ring atau Operasi

Yth, Teman2 – Bapak – Ibu, Sehubungan dgn banyaknya kasus penyempitan pembuluh darah terutama di jantung yg pada awalnya dirasakan sebagai sesak napas atau napas terengah – engah atau cepat lelah (misalnya naik tangga), bersama ini di informasikan bahwa penanganan penyempitan pembuluh darah tsb TIDAK SELALU hrs dilakukan dgn pemasangan ring (Stent) atau bahkan operasi by pass.

Saat ini penanganan pembuluh darah di jantung yg menyempit dpt dilakukan dgn cara di infus. Cairan infus yg di import tsb mampu mengikis (membersihan) plaque (gumpalan – gumpalan – yg umumnya berupa calsium) pada bagian dlm pembuluh darah yg menghambat aliran darah.

Tergantung dari parah atau tidaknya penyempitan tsb, dr. Yahya Kisyanto, yg alamat prakteknya ( di Jakarta ) terdpt di bagian bawah attachment e – mail ini, menggunakan dua macam cairan infus.

Pengobatan penyempitan pembuluh darah dgn cara di infus ini biayanya sangat terjangkau oleh masyarakat umum dan sudah banyak pasien yg berhasil ditangani.

Sebagai catatan:

  1. Dokter Yahya Kisyanto merupakan dokter yg sangat senior di bidang Cardiologist & Internist – sangat sosial dan sangat membantu pasien, bahkan pasien yg datang pd hari Minggu pun dilayani.
  2. Biaya yg dibebankan juga sangat sosial. Ada 2 – macam cairan infus yg digunakan harganya sekitar Rp 600 ribu dan Rp 1.3 juta – per infus – tergantung parahnya masalah penyempitan. Harga ini jauh lebih sosial dibanding dgn klinik Cardiologi lainnya.
  3. Jam praktek dr. Yahya Kiswanto, dari jam 08 pagi sampai jam 14 siang dan sore jam 18 sampai jam 22 atau dgn perjanjian. Nomor telepon yg dpt dihubungi adalah (021) 319 – 25353 – Klinik Abdi Medika. Informasi ini tidak ada salahnya anda sebarkan kpd pihak lain utk membantu sesama yg mungkin sedang membutuhkan. Smoga bermanfaat.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Kembali ke Home – Daftar Isi Bahasa Indonesia


Comments are closed