Good Words Never Die

7 Kiat Hemat Liburan ke Luar Negeri

Home  ›  .  ›  7 Kiat Hemat Liburan ke Luar Negeri

Libur ke Luar Negeri Dengan Bujet Dalam Negeri

Musim liburan sekolah sebentar lagi akan datang. Ancang-ancang piknik ke luar negeri? Ini siasatnya biar kantong tidak jebol.

Claudia Kaunang (33), si penulis buku Rp 500 ribu Keliling Singapura dan Rp 3 juta Keliling Korea dalam 9 Hari memberi bocoran, promosi tiket murah biasanya 6 sampai 10 bulan sebelum keberangkatan. Sisi positifnya, Anda punya kesempatan sekian bulan untuk menabung.

Persiapan dana dibagi tiga. Pertama, transportasi keberangkatan menuju luar negeri dan pulang. Kedua, biaya hidup selama di negara tujuan. Misalnya, ingin jalan-jalan ke Singapura 3 hari 2 malam, Anda sebaiknya menghitung bujet menginap di hostel, makan siang, dan makan malam selama di sana.

Sebagai contoh, harga nasi hainan di Singapura dua dolar Singapura per porsi. Kalau porsi makan Anda setengah, artinya bisa untuk makan dua kali atau separuh harga. Terakhir, pengeluaran untuk belanja di supermarket dan beli oleh-oleh.

“Ketika tiket harga miring sudah digenggam, ketika itu pula Anda mulai menabung. Seminggu menabung Rp 100 ribu misalnya, selama delapan bulan berikutnya, Anda bisa kantongi Rp 3,2 juta. Uang sebanyak itu, bisa membawa Anda sampai di Korea,” begitu Claudia mengingatkan. Persiapan berikutnya, nonfinansial, merancang jadwal perjalanan harian.

Patut dicatat, tidak semua negara mengelola aset pariwisata dengan cermat. “Vietnam misalnya, sektor pariwisata mereka belum terkelola rapi. Brosur berisi informasi dan denah tempat-tempat wisata belum tersedia. Anda diminta berinisiatif mencari informasi melalui buku panduan wisata. Jadwalkan berapa tempat mau dituju. Sesuaikan dengan waktu Anda di sana,” imbuhnya.

Satu lagi nasihat Claudia. Disiplin bukan hanya soal menabung. Tapi juga dalam mengeluarkan uang. “Kerap terdengar janji sebelum berangkat enggak akan belanja macam-macam. Begitu melihat penak-pernik tas, kaus, suvenir, langsung kalap. Bujet terkuras. Kartu kredit pun berbicara. Begitu tagihan datang, syok juga datang,” demikian Claudia mewanti-wanti.

Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini membagi tujuh siasat menghindari biaya membengkak saat berlibur. Selamat menyimak.

  1. Biasakan membuat perkiraan biaya sebelum berangkat. Bawalah uang tunai sesuai jumlah dan lebihkan 10 hingga 25 persen. Yang membuat traveling terasa mahal, karena kita tidak pernah membuat anggaran perjalanan. Kalau toh ada anggaran perjalanan, kita cenderung tak berusaha disiplin terhadap apa yang sudah dirancang. Akibatnya, biaya yang dikeluarkan membengkak. Penyesalan terbit setelah pulang traveling.
  2. Pilihlah penginapan yang menyediakan banyak fasilitas (gratis) dengan harga miring. Misalnya, free breakfast, WiFi, shuttle bus ke stasiun atau tempat wisata, dan lain-lain. Makan pagi gratis akan membantu Anda menahan lapar, bahkan sampai lewat tengah hari. Free WiFi dan shuttle bus mengurangi biaya yang harus dikeluarkan untuk komunikasi dan transportasi.
  3. Naik taksi memang nyaman, tetapi selama traveling tidak ada salahnya mencoba transportasi lokal yang lebih murah, kan? Naik bus atau angkot setempat membuat kita melihat lebih dekat keseharian masyarakat daerah yang Anda sambangi. “Sesekali berdesakan di bus tanpa AC, tidak menyakitkan, kok. Asal tetap waspada dengan barang bawaan Anda,” saran Claudia.
  4. Baca buku panduan dan berselancar di internet untuk tempat-tempat wisata gratis. Hampir tiap kota di seluruh dunia memiliki objek wisata yang bisa dikunjungi secara cuma-cuma. Kombinasikan jalan-jalan Anda dengan mengunjungi tempat piknik gratis dan berbayar. Walking tour (keliling kota dengan jalan kaki-red) bisa menjadi pilihan menarik. Hemat dan sehat.
  5. Makanlah apa yang dimakan orang lokal. Cicipilah kuliner khas daerah itu. Menu lokal biasanya lebih murah dan bercita rasa lezat. Cobalah makan di pinggir jalan dan hawker-centre atau food court. “Bingung mencari makanan khas yang halal? Saya sarankan menilik Zabihah.com yang memiliki daftar tempat makan halal di seluruh dunia,” ujar Claudia.
  6. Jangan biasakan berbelanja dengan kartu kredit selama traveling. Fungsikan kartu kredit hanya sebagai cadangan untuk biaya tidak terduga. Ingat, belanja bukan biaya tak terduga. Cukupkan belanja dengan membeli oleh-oleh dan kenang-kenangan secara wajar.
  7. Pergilah traveling dengan teman-teman yang sehati dan sejiwa. Maksudnya, kalau ada di antara teman jalan kita yang terlalu konsumtif, biasanya sedikit banyak kita terpengaruh juga.

Catatan: Artikel ini disadur dari buku yang ditulis Claudia Kaunang. Posting di website GoodToKnow.in adalah untuk lingkungan terbatas teman2 di miling list; tidak untuk komersialisasi umum.

Kembali ke Home – Daftar Isi Bahasa Indonesia


Comments are closed