Good Words Never Die

Tips Amankan Tablet Android Dari Serangan Virus

Virus

Senin, 19 Maret 2012 | 10:01 WIB

Perangkat Android baik ponsel pintar maupun tablet bila sering digunakan untuk browsing atau menerima file dari perangkat lain maka akan rentan terkena virus (malware). Apalagi pengguna yang sering mengunduh aplikasi atau informasi di toko virtual.

Bahkan para praktisi virus pada perangkat keras sudah mendeteksi tiga installer palsu untuk update aplikasi untuk Android, yakni Androidos_ADSMS.A, Androidos_Dordrael.l, dan Androidos_crusewin.A. Begitu juga Malware Android terbaru,yang disebut Droid Dream Light (DDLight). Malware ini telah berhasil mengecoh 30.000–120.000 pengguna Android. Di luar itu masih banyak virus atau malware yang lainnya.

Berikut tips-tips agar perangkat Android kesayangan Anda aman dari serangan virus atau malware jahat:

1.Manfaatkan standar fitur keamanan di perangkat Android
Masuklah ke menu > Setting, lalu Pilih > Location & Security > dan masukkan data seperti no PIN dan Password untuk mengunci ponsel. Hal ini bermanfaat untuk mengamankan data-data pribadi saat ponsel hilang secara fisik.

2.Jangan pilih setting Auto Connect untuk Wi-Fi
Masuklah ke dalam menu > Wireless & Network, lalu pilih > WiFi Setting, nonaktifkan fungsi Auto Connect untuk Wi-Fi. Apalagi jika Anda memakai Internet banking.

Biasanya perangkat Android yang sering dikoneksikan dengan wifi (terutama di luar negeri) justru lebih rawan disusupi peretas (hacker). Lemahnya keamanan seperti ini dialami oleh aplikasi yang menggunakan authentication protocol bernama ClientLogin yang berjalan pada OS Android versi 2.3 ke bawah.

Dengan ClientLogin, pengguna hanya perlu memasukkan username dan password yang diminta. Selanjutnya proses autentifikasi aplikasi akan mengambil dari data yang tersimpan pada ClientLogin. Data autentifikasi tersimpan pada ClientLogin inilah yang memiliki sistem keamanan rentan. Hacker bisa mengakses data autentifikasi yang tersimpan pada ClientLogin tersebut apabila pengguna terhubung pada jaringan Wifi Unencrypted.

Solusinya, hindari penggunaan jaringan wifi unencrypted (jaringan wifi yang open). Namun bila pilihan jaringan hanya wifi open, lebih baik menggunakan aplikasi tambahan untuk keamanan koneksi wifi seperti SSH Tunnel. Aplikasi ini bisa menciptakan koneksi yang aman antara perangkat handset Android Anda dengan server jatingan wifi unencrypted.

3. Hindari instal aplikasi selain dari Android Market
Agar terhindar dari Trojan Android, instal hanya aplikasi yang ada di Android Market. Baru-baru ditemukan Trojan Android dari sebuah penyedia layanan aplikasi pihak ketiga di Cina.

4. Hati-hati saat sebuah aplikasi meminta ijin untuk membuka akses data pribadi
Jika aplikasi yang diinstal meminta ijin untuk membuka beberapa data, pastikan Anda tidak memberikan ijin akses untuk masuk ke data pribadi, seperti list kontak telepon.

5. Gunakan aplikasi keamanan khusus perangkat Android Anda
Selain waspada saat menginstal dan membuka link tertentu, Anda disarankan untuk juga menginstal aplikasi keamanan untuk ponsel. Trend Micro Mobile Security for Android misalnya, bukan saja mengamankan password yang kita miliki, tapi juga semua data transaksi mobile banking kita.
Dan terakhir, rasanya tips-tips di atas seakan ada yang kurang jika mobile device atau tablet yang dimiliki kurang menunjang dari sisi teknologinya.

It’s Time to Tab
Sebagai salah satu market leader Tablet Android, Samsung membuktikan eksistensinya di kalangan komputer tablet dengan memasuki semua segmen tablet yang ada. Mulai dari tablet berlayar 7 inchi, 10.1 inchi, hingga 8.9 inchi.

Tak aneh memang jika tablet PC Samsung merupakan perangkat komputer tablet paling laris di Indonesia. Fitur keamanan yang sudah teruji, bentuk menawan ditambah OS Android yang digunakannya membuat banyak orang memburunya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Aman Bersama Samsung GALAXY

&ngsp;
aman samsung galaxy

Rabu, 14 Maret 2012 | 09:35 WIB

Keamanan data dari tablet Android Samsung GALAXY milik Anda adalah segalanya. Selain untuk kebutuhan hiburan, tablet ini dapat digunakan sebagai media dan penyimpan dokumen penting terkait dengan urusan bisnis atau pekerjaan kita. Maka, pastikan semua data aman.

Ada 3 fitur dasar namun cukup penting untuk kita perhatikan sehingga aman bersama gadget Samsung GALAXY Anda:

1. Android menawarkan beragam pola sederhana untuk lock dan unlock Samsung GALAXY. Untuk unlock, Anda dapat melakukannya hanya dengan men-swipe jari di layar dengan pola tertentu. Untuk menentukan pola yang diinginkan, masuk ke ‘Screen Unlock Pattern’ di ‘Location and Security’ pada menu ‘System Setting’.

2. Ingin mem-back up data di GALAXY Android? Gunakan MyBackup yang bisa menyimpan aplikasi, kontak, call logs dan teks pada SD Card atau server internet yang aman. Anda juga dapat mem-back up data secara periodik untuk semua teks sms di dalam account Gmail !

3. Untuk perlindungan lebih, Anda bisa unduh aplikasi Mobile Defense. Aplikasi tersebut akan memberikan akses bagi PC untuk melacak Samsung GALAXY anda melalui sebuah GPS, mengunci dengan sebuah remote, serta mem-back up dan menghapus semua data pada Samsung GALAXY.

Hanya dengan 3 fitur dasar diatas kita sebenarnya sudah bisa mengamankan data di Samsung GALAXY. Cukup mudah untuk diaplikasikan, bukan?


Perangkat USB tidak terdeteksi? Atasi dengan cara ampuh ini

Merdeka.com - Saat mencoba menggunakan alat-alat dengan koneksi USB, seperti flash disk atau modem seringkali perangkat-perangkat tersebut tidak dapat terdeteksi. Sehingga tak jarang mengganggu produktivitas kerja kita. Jika menemukan kasus-kasus seperti itu, ada beberapa langkah yang bisa dicoba untuk membuat perangkat USB berfungsi seperti sedia kala.

Saat Anda gagal mengkoneksikan perangkat USB dengan laptop atau komputer, bisa dipastikan bila ada bagian yang rusak. Tetapi, kemungkinannya pun banyak, kerusakan bisa saja terjadi di software, hardware, atau bahkan komputer sendiri. Namun, langkah pertama yang bisa dilakukan di saat seperti itu adalah mencabutnya dari port USB dan memasukkannya kembali.

Meski kelihatannya sepele, hal ini terbukti sering membuat perangkat dapat bekerja kembali. Apabila cara tersebut tidak berhasil, cabut USB lalu hidupkan ulang komputer Anda, kemudian coba tancapkan sekali lagi USB tersebut. Anda juga bisa mencoba port USB lain di komputer tersebut atau di komputer lain. Sebab, bisa saja port USB yang sedang Anda gunakan memang rusak.

Apabila perangkat USB lain juga tidak bekerja pada komputer Anda, mungkin sudah saatnya untuk menginstal ulang driver dari port USB Anda. Caranya pun cukup mudah, Anda tinggal masuk kolom ‘Search’ di tombol ‘Start’ dan mengetik ‘restore point’ lalu pilih ‘Create a restore point’.

Setelah membuat sebuah restore point (jangan melanjutkan jika restore point belum terbentuk) jangan lupa untuk menutup semua aplikasi yang Anda jalankan. Selanjutnya, buka ‘Device Manager’ dan lihat deretan ikon USB di bagian ‘Universal Serial Bus controller’. Uninstal semua daftar di bawahnya lalu restart kembali komputer Anda, bila semua berjalan lancar maka Windows secara otomatis menginstal ulang port USB.

Device Manager

Berbeda halnya dengan kesalahan instal fitur software OS Windows. Dalam beberapa kasus misalnya, pengguna salah menginstal versi driver untuk OS Windows 64-bit dengan 32-bit, sehingga port-port USB tidak bisa bekerja. Untuk menyelesaikan masalah ini, Anda harus mencari driver Windows yang cocok.

Saat kegagalan koneksi terjadi di semua komputer, besar kemungkinan bila perangkat USB Anda yang bermasalah. Jika masalah tersebut berkaitan dengan software, seperti yang terdapat di modem, Anda dapat menginstal ulang driver atau software bawaan perangkat USB tersebut. Jika Anda tidak mempunyai salinan dari software itu, situs-situs resmi perangkat tersebut biasanya memiliki driver untuk OS Windows yang sesuai.

Jika cara terakhir tersebut tidak juga membuat Anda terkoneksi dengan perangkat tersebut, besar kemungkinan perangkat USB Anda telah rusak dan harus diganti, PC World (15/09).
 
Kembali ke Home – Daftar Isi Bahasa Indonesia


Comments are closed