Good Words Never Die

Kisah Nyata Ini Dimulai Pada Bulan Januari  2011.

Cerita ini adalah tentang Thyroid Cancer yg saya alami sendiri. Tadinya saya tidak bermaksud untuk mendokumentasikannya tetapi karena ada beberapa teman2 dekat yang ingin tahu cerita lengkapnya, maka saya pikir lebih baik kalau saya ketik saja di website ini yang memang sengaja saya buat untuk koleksi artikel2, resep2 dan segala macam tip2 kesehatan yang baik untuk diketahui oleh siapa saja yang ingin mengetahui / membutuhkannya.

Tadinya saya cuma mau nulis cerita tentang sakit saya yg didorong oleh teman2 gudep 2939 untuk di sharing kan biar teman2 yg lain bisa ikut tahu dan waspada …. kalau bisa …. supaya tidak usah ikut terkena. Tapi karena ini cerita serius, saya mau bikin serius juga sehingga betul2 segala sebab musabah yg mungkin menjadi trigger bisa di sharing kan.

Nah karena itu teman2 yg mulai baca cerita ini dari awal harap bersabar karena saya ngetiknya akan nyicil ya ….

Cerita ini dimulai pada awal tahun 2011 sekitar bulan Januari waktu saya tiba kembali di Amerika setelah beberapa minggu di akhir 2010 berada di Canada untuk merayakan Natal dan Tahun Baru beserta keluarga.

Kehidupan rutin berjalan normal di Canada selama masa break di penghujung tahun 2010. Banyak acara keluarga yg harus diikuti dan seperti biasa check up ke dokter2 sudah ngantri seperti telah dijadwalkan.

Perjalanan lewat darat naik mobil di waktu puncaknya winter mesti butuh persiapan dan pemelajaran ramalan cuaca yg seksama. Terutama karena kami [saya pergi dengan istri saya] akan melewati daerah rawan salju yaitu sekitar border crossing di daerah Niagara Fall, tepatnya di kota Fort Errie yg masih berada di propinsi Ontario di Canada; dan Buffalo city area di state New York setelah border crossing.

Perjalanan dari rumah di Toronto dimulai dari propinsi Ontario dan akan melewati ber-turut2 4 state di Amerika [New York, Pennsylvania, Maryland dan Virginia] sampai tujuan yaitu kota Alexandria, VA.

Ramalan cuaca ternyata tidak begitu buruk hanya mungkin saya yg salah mengartikannya, atau karena terjadinya di tempat dan waktu yang salah, menjadi rada parah akibatnya. Saya ingat betul waktu saya mengecek ramalan cuaca memang diberitahukan bahwa sepanjang jalan dari Ontario, New York state dan Pennsylvania state akan mengalami “scattered snow”; baru setelah lewat Maryland dan kemudian mencapai Virginia state cuaca hanya akan “cloudy”.

Seperti biasa kami berusaha untuk bersantai-ria setiap kali melakukan perjalanan bolak balik Canada – US karena jarak 814 km itu akan kami tempuh “non stop” dalam arti tanpa nginap di jalan dengan beberapa kali berhenti untuk istirahat tentunya. Kalau tak salah kami berangkat sekitar jam 10:30 pagi. Saya selalu berpikir “ini perjalanan piknik” lagi …. karena kalau tidak begitu bisa stress karena takut jauhnya.

Dari rumah cuaca masih betul2 bagus dan ada matahari. Waktu masih di Ontario di daerah kota Oakville – kotanya Ford Moor Company – mulai terkena hujan salju lokal yg cukup lebat sehingga traffic di highway 403 / Queen Elizabeth Way menggeremet. Seperti umumnya cuaca di Canada, tak lama setelah melewati Oakville, cuaca jadi terang benderang; “panas” tapi dingin. Aspal betul2 kering seperti tidak pernah ada salju …. ya memang turunnya salju cuma lokal saja, betul2 “scattered snow”.

Tempat berhenti kami yg pertama kali seperti biasa di kota kecil Grimsby di mana kami terpaksa makan siang dulu di Tim Horton coffee shop dipinggir highway – the most popular Canadian coffee shop. Border crossing di Fort Errie baru sekitar jam 1 siang lebih.

Kami putuskan untuk mampir di makam Father Baker di gereja Our Lady of Victory, National Shrine di kota Lackawanna, NY untuk berdoa dan berziarah. Gereja ini sangat indah karena seluruh bagian dalamnya termasuk lantai, tiang dan langit2 nya berlapis marmer dari Italy.

Banyak cerita miracle yg terjadi di sekitar atau dibuat oleh Father Baker. Kisah pembangunan gereja itu sendiri saja juga sudah seperti keajaiban. Silakan di google sendiri kalau mau tahu lebih banyak.

Kami berhenti tidak lama, cuma berdoa dan buru2 berangkat lagi karena perjalanan masih sekitar 600 km lagi.

Seperti biasa kami berhenti “resmi” yg ke 2 kalinya [jadinya yg ke 3] di kota kecil Springville di New York state sekitar 40 km setelah lewat Fort Errie. Karena sudah makan siang maka kami cuma beli pisang saja di Walmart dan ke WC. Pisang di Walmart di Springville entah kenapa selalu bagus2 nya luar biasa, besar mulus kuning ranum dan …. murah sekali cuma 39 sen per pound.

Pertanda Kurang Baik

Hari sudah sekitar jam 2 siang lebih, setelah melewati Springville cuaca mendadak berubah. Cahaya langit mulai meredup, di sini tidak seperti di Indonesia yg bisa mendung ber-gumpal2 tebal sekali. Di musim dingin jarang sekali hujan, tetapi yg terjadi adalah udara betul2 terasa basah. Ini akan terasa sekali kalau naik mobil karena kaca depan betul2 bisa basah dengan titik2 air yg halus dan banyak sekali. Keadaan ini tidak bisa dibilang hujan tetapi juga tidak bisa dibilang gerimis.

Saya tidak suka dengan pertanda yg satu ini karena seperti kita yg sering bilang “sikon nya tidak menguntungkan”; dalam hal ini karena beberapa faktor yg membuat saya tidak suka yaitu:

  • Terjadi di musim winter dan ramalan cuaca berkata bahwa akan terjadi scattered snow
  • Hari sudah mulai sore – di musim winter jam 4 sore sudah mulai gelap seperti jam 6 di Indonesia
  • Sebentar lagi saya akan melintasi Allegheny National Forest

Saya coba pacu mobil saya di daerah pedesaan / setengah pegunungan itu karena saya mesti berkejaran dengan waktu. Keadaan sinar matahari sebetulnya belum gelap betul, tapi saya sudah merasa bahwa ini bisa menjadi gawat karena kalau perkembangan langit terus seperti ini, puncaknya akan bisa2 terjadi waktu saya sedang berada di Allegheny National Forest itu.

Allegheny National Forest = ANF kalau winter justeru tidak serem karena gundul – lha hutan kok gundul ya, jadi apa seremnya :-) Yg bikin saya kuatir ialah kalau sudah masuk daerah ANF, cell phone akan mati dan hutan itu luas sekali, jalannya naik turun cukup curam dan ber-kelok2 (cuma tikungannya dan sempitnya jalanan masih kalah sama jalan pintas ke Bandungan :-)

Kita kalau berani masih bisa ngebut sampai 100 km per jam lebih, asal kalau pas turunan harus hati2 karena turunannya sangat panjang sehingga berbahaya sekali kalau sampai terbawa gravitasi dan tidak bisa mengontrol kemudi. Dalam hal ini Gombel kalah jauh karena satu turunan di ANF saja panjangnya bisa lebih panjang dari seluruh tanjakan / turunan Gombel …

Bagian ke 2: Kejatuhan Snow di Pegunungan

Setelah lepas dari border Canada – US ke Father Baker shrine yaitu setelah melewati highway I-190S lalu pindah ke I-90W, kemudian menuju kota Springville menyabang lagi lewat US-219S, sebenarnya telah keluar dari highway yg betulan karena I-90W itu akan ganti menjadi jalan tol yg biasanya dilewati orang kalau mau ke east ke arah Virginia state. Jalur ini buat saya aneh karena tidak efisien, lihat saja kode highwaynya ialah I-90W [west] jadi ke west dulu baru pelan2 ke selatan terus melengkung balik ke timur … rugi besar!

Makanya saya “temukan” rute saya sendiri yaitu dari titik tertentu I-90W yg sebetulnya di awalnya masih ke selatan, saya belokkan ke “betul2 selatan yaitu ke kota kecil Springville. Jalur ini indah sekali di waktu summer dan terutama fall menjelang daun2 rontok; panoramanya adalah salah satu surga bagi pencinta fotografi.

Jalur saya ini sama sekali bukan highway, jalan desa tapi maximum speed limit = 55 mile / jam = 90 km / jam tapi kalau kita mau melaju sekitar 100 – 110 km / jam juga nggak apa2 – asal tidak ketangkep polisi! :-(

Jalanan sangat mulus, hanya di tempat2 tertentu saja ada aspal yg sudah rada tua sehinga rada seperti muka yg rada kurang mulus gitu, tapi kita masih bisa melaju tanpa kuatir merusak ban.

Segera kami melewati batas state New York dan Pennsylvania yg berarti akan segera memasuki Allegheny National Forest. Seperti saya sudah bilang tadi, ANF di musim winter karena pohon2nya gundul.

Cuaca Makin Memburuk

Setelah dengan hati dag-dig-dug kami selamat melewati ANF, cuaca mendadak menggelap karena waktu itu sudah sekitar jam 5 an sore yg aslinya juga sudah mulai remeng2. Tiba2 langit seperti “menutup”, salju mulai turun dengan derasnya. Saat itu biarpun resminya sudah keluar dari ANF tetapi masih saja ada di daerah yg sama. Kami berada di middle of nowhere, tidak ada rumah penduduk, tidak ada toko atau bangunan apapun dan jalanan masih naik turun.

Pohon2 tidak semuanya gundul, pohon2 cemara tidak rontok daunnya dan daerah yg ada pohon2 cemaranya, pohonnya besar2. Istri saya usul supaya kami berhenti saja dulu tapi saya putuskan untuk tidak berhenti. Saya tidak tahu scattered snow ini seberapa parahnya dan akan seberapa lamanya, dan saya juga tidak tahu seberapa luas daerah yg akan kejatuhan snow.

Jalan ada risikonya, berhenti juga ada risikonya sebab kita tidak pernah tahu seberapa tepat ramalan cuaca. Gimana kalau kita berhenti terus salju tetap turun lebat dan cukup lama? Mobil bisa terkubur dan di middle of nowhere ini tidak bakal ada snow plough lewat dalam waktu dekat.

Kendaraan di daerah begini ini terutama adalah pick up truck yg 4 wheel drive, jarang ada sedan yg keluyuran di sini kecuali saya ….

Nyetir mesti 100% hati2 – prinsip / aturannya cuma ada 4:

  1. Tidak boleh terlambat ngerem
  2. Tidak boleh terlambat mengarahkan mobil
  3. Musti punya cadangan ruang
  4. Musti punya cadangan waktu

Mengikuti prinsip2 tersebut di atas, saya menjalankan mobil mungkin cuma di bawah 40 km / jam saja. Betul2 prinsip itu mesti diikuti 100% tidak boleh salah. Kalau kecepatan, mau direm bisa nyelonong, kalau kepelanan, mau di gas bisa tidak keburu. Mau belok, kalau kebanyakan mobil akan melintir, begitu juga kalau kepelanan.

Snow Plough

Snow Plough

Jadi semua mesti betul2 dipikir dan diramalkan terlebih dulu apa yg bakal terjadi kalau kita ngerem, ngegas atau membelokkan setir …. tidak boleh salah! Biar pakai winter tire yg paling mahalpun dan mobil all wheel drive [bukan 4 wheel drive lagi] kalau 4 prinsip itu dilanggar, pasti terjadi kecelakaan. Daya gravitasi dan enerji kinetik yg membuat mobil meluncur itu kalau sudah berlangsung, tidak bisa mendadak disetop dengan menginjak rem atau banting setir!

Selama keturunan salju itu seingat saya cuma berpapasan dengan 1 mobil pick up. Saya rada tidak suka bersimpangan dengan mobil lain karena di sikon begitu saya lebih suka untuk nyetir mobil di tengah2 jalan – jadi betul2 mengangkangi garis / cat putih yg ditengah itu [walaupun waktu itu garis nya juga tidak kelihatan]. Ha ha ha … maunya jadi raja jalanan, tapi itu sesuai dengan “aturan nyetir” saya waktu salju turun.

Jantung jadi deg2 an keras dan mulai timbul keringat dingin, badan tegang semua dan perut rada mual. Untungnya setelah keluar dari ANF jalanan sudah tidak terlalu curam naik turunnya biarpun slopenya masih panjang2 juga karena ini adalah di pegunungan.

Salju segar itu bagus kalau kita ada di rumah, bisa dibuat main, berselanjar, bikin snow man, dll. Tapi di tempat seperti ini salju segar itu artinya LICIN. Lebih licin dari es serut yg biasa kita makan di mangkok es teler itu. Es serut di mangkok itu sdh kecampur air sehingga peret, tapi salju seger yg baru turun di suhu udara sekitar minus 5 derajat Celsius itu betul2 dingin dan kering kerontang. Yg belum pernah merasakannya mesti merasakannya sendiri biar bisa betul2 menghayati yg saya ceritakan ini.

Nah, pendek kata kami selamat; mobil tidak terperosok dan tidak tergelincir! :-)

Setelah itu cuaca jadi terang lagi, betul2 scattered snow! Perjalanan relatif lancar biarpun langit masih tebal mendungnya, tiada bintang di langit. Saya betul2 sudah kecapean karena lolos dari snow tadi. Cuaca biarpun sudah membaik tapi saya masih kuatir karena kami belum keluar dari daerah pegunungan di Pennsylvania ini.

Waktu sampai pada “titik setengah” yaitu separuh jarak Toronto – Alexandria, kami berhenti di pompa bensin favorit saya yaitu Minit Mart. Bensin di pom bensin ini murah. Tempatnya afa di perempatan jalan. Di officenya jual pizza, hot dog, wrap, snack, rokok, soft drink, dll, pokoknya seperti super market kecil saja.

Saat itu waktu mestinya sudah sekitar jam 6 sore, dan ini baru separo jalan. Pom bensin ini ramai sekali waktu itu [tapi jangan dibayangkan seramai di Jakarta]. Ramainya ini dalam arti ada 8 pompa bensin yg ber-deret2 2 x 4 dan kira2 ada 4 atau 5 yg terisi. Rupa2nya orang2 yg lalu lalang di daerah ini senang beristirahat sebentar di situ.

Snow Plough Train

Snow Plough Train

Setelah mengisi bensin penuh, habis kencing dan mau balik lagi ke mobil, diluar toko itu saya disapa oleh orang laki bule tua. Dia bilang “I see you drive a small car, and it seems you are heading south, be careful on the last slope man, it was snowing badly there ….”

Orang bule memang baik2, terutama di kota kecil, they care to each other very well. Mau repot dan nolong orang. Wah, saya ya tentunya bilang thank you gitu ya, tapi saya tahu maksud dia apa. Itu ruas jalan yg akan kami lalui ternyata tadi kejatuhan snow juga. Dan saya tahu slopenya gawat2 karena ada ruas yg ke arah turun, ada tanda “truck only 20 miles / hour” dan menjelang turunan gawat yg panjaaaang sekali dan curam, ada sign khusus lain lagi yg bunyinya “Truck must stop here first then may proceed!”.

Jadi sebelum mulai menuruni jalan turun itu, truk musti berhenti dulu supaya gaya gravitasinya betul2 NOL. Baru boleh jalan lagi tapi dengan kecepatan maximum 20 mile / jam. Di situ ada juga dibuatkan jalur penyelamat seperti di Gombel, jalur samping pendek yg dibuat menanjak diisi batu gravel dan tanah untuk mengerem laju truk.

Slush Salju jorok yang belum di plough

Slush Salju jorok yang belum di plough

Hari sudah gelap betul dan tidak ada lampu jalanan di situ. Di sini urusannya lain lagi karena tanjakannya tinggi dan mobil saya kecil = enteng, saya takut kalau mobil selip karena traksi ban tidak cukup. Ya pokoknya sembayang juga sudah bolak balik dari tadi ….

Di tanjakan begitu mobil mesti rada di pacu, asal hati2 dijaga supaya tidak melintir ke samping. Jalanan tidak sesepi tadi, jadi mesti lebih ber-hati2 karena cukup banyak berpapasan dengan kendaraan lain.

Fast forward ….

Pokoknya kami selamat melewati slope terakhir itu dan muncul di highway I-80E yg bakal dilewati hanya sekitar 20 km untuk biasanya saya berbelok ke selatan di exit 123 ke PA-970 menuju kota Woodland dan Philipsburg ke arah selatan timur, ini adalah jalan pedesaan biasa yg akan nyambung ke US-220 / I-99. Tapi setelah berunding dengan istri saya, kami putuskan untuk tidak melewati short cut yg pendek yg akan membawa kami ke highway US-220 / I-99 itu. Kami putuskan untuk terus ke east menyusuri I-80E sampai ketemu exit yg ke US-220 / I-99 south.

Slush minuman dingin enak

Slush minuman dingin enak

Short cut ini terpaksa dihindari untuk safety karena di jalanan yg tidak pakai initial “I” = Interstate, pembersihan saljunya kurang cepat / segera. Jadi daripada risiko melewati jalanan yg banyak slush nya [salju bonyok] lebih baik muter rada jauhan.

Rute ini lebih panjang karena melambung rada keterusan ke east baru setelah masuk ke US-220 / I-99 itu jalanan akan balik dikit ke west baru akan turun ke south, untuk menyambung di highway I-70E di daerah yg bernama “Penna Turnpike” = Pennsylvania Turnpike yg merupakan perpotongan besar US-220 / I-99 [north-east] dengan I-70 [east-west].

Tadinya kami mau nginep saja di jalan, tapi saya bilang kepada istri saya lha kalau kita mau nginep berarti mesti keluar dari highway I-80, saya tahu ada kota kecil Clearfield sebelum exit 123, tapi tidak jelas ada motel / hotel apa dan jalanannya itu yg paling dikuatiri, kalau snownya belum dibersihin gimana …. ? Padahal di I-80 sudah jelas2 snownya bekas dibersihkan, dan nanti kalau exit ke US-220 / I-99, itu juga highway besar yg pasti sudah bersih dari slush.

Akhirnya kami terus di I-80, melewati rute panjangan tapi safe. Di mana2 masih ada slush. Ya ini normal karena tidak mungkin membersihkan jalanan 100% bebas salju. Di Toronto ada highway 401 yg sangat popoler yaitu highway terlebar di North America yg melintang dari barat sepanjang 815 km mulai dari Windsor di propinsi Ontario sampai ke timur di kota Cornwall di propinsi Quebec yg berbahasa Perancis.

Hwy 401 yg melintasi kota Toronto, di daerah sekitar Pearson airport jalurnya banyak sekali, bisa sampai 18 jalur, 9 jalur ke barat dan 9 jalur ke timur [5 jalur express, 4 jalur collector]. Di ruas2 lain di Toronto umumnya 14 jalur yaitu 7 – 7 [4 jalur express, 3 jalur collector].

Membersihkan jalanan selebar ini perlu teknik khusus yaitu dengan menjajarkan-serong snow plough yg kadang2 sampai 4 diruas yg lebar supaya snow nya bisa tersodok ke pinggir.

Saya sebetulnya sudah capek sekali karena tegang. Nyetir jadi pelan2 sajalah asal selamat, yg penting makin ke timur dan ke selatan …. makin menjauhi Canada, salju akan makin sedikit secara teoritis. Juga hawa akan makin hangat.

Snow Ploughs di Toronto

Snow Ploughs di Toronto. Kadang2 sampai berjejer 4 untuk membuang salju ke tepi jalan

Cara Untuk “Ngakali” Diri Sendiri Biar Bisa Nyetir Jarak Jauh

Di ruas highway US-220 / I-99 itu kami sempat berhenti sekali lagi, ini adalah pemberhentian di luar acara. Cara untuk mempertahankan stamina waktu nyetir jarak jauh ialah jangan mikir final destination. Kalau dari Toronto mikirnya mau pergi ke Washington DC, wah …. bisa nggak nyampe karena stress. Mikirnya mesti by etappe. Dikit2 terus setelah sampai di point berikut, mikirnya ke next pointnya lagi. Boleh juga sih iseng2 meloncat.

Etappe / mile stones saya untuk “ngakali” pikiran saya sendiri ialah:

  1. Grimsby = tempat kencing pertama masih di Ontario, Canada. Setelah Grimsby ini ada Border Crossing di Niagara Fall / Fort Errie
  2. Springville, New York state = ini titik seperempat jarak = beli bensin dikit kalau perlu karena mau ngisi penuh murah di Minit Mart = ke Walmart beli pisang
  3. Ridgway = Joy Garder road = jalan Taman Gembira … ini nama betulan lho …. tempat saya tidur ayam
  4. Minit Mart di Penfield Road tempat beli bensin murah. Ini titik setengah.
  5. Philipsburg = beli kopi dan belanja buah / sayur di supermarket Weiss
  6. Penna Turnpike = bisa beli McDonald bisa tidak, tergantung masih kenyang apa nggak. Ini titik tiga perempat
  7. Rest area di bentangan I-70E = tempat tidur ayam 15 menit yg terakhir

Jadi ada 7 saja itu tempat pemberhentian saya sebetulnya karena border crossing kan tidak bisa dianggap tempat berhenti, dan begitulah caranya untuk survive nyetir jarak jauh. Mau nyoba? Silakan niru, lha kan enak tinggal niru, dijamin pasti berhasil! :-)

Setelah melewati Penna Turnpike saya sebetulnya sudah betul2 exhausted, padahal masih 200 km lagi dan jam sudah menunjukkan sekitar pukul 10 lebih begitulah. Tapi ya sudah kepalang, mau nginep kok rasanya konyol, tinggal dikit lagi, biarpun di Penna Turnpike itu ramai sekali, banyak restoran dan motel2 bagus2.

Saya tetap melanjutkan perjalanan setelah “ngolet” dulu nglempengin badan 5 menit di Penna Turnpike, baru nanti berhenti lagi di tempat stop nomer 7 di atas. Di daerah inilah mulai ganti state lagi yaitu mulai memasuki MD – Maryland.

Dari situ terasa sudah dekat. Dari highway I-70 pindah ke I-270 lalu ke Capital Beltway I-495 yaitu highway yg melingkari Washington DC yg memotong state Virginia dan Maryland. Ring road itu membentuk daerah seperti JABOTABEK tapi ini meliputi WDC, VA, dan MD.

Jalanan makin ramai sekali dan terasa “panas” kalau dibandingkan tadi di gunung2 yg gelap dan sepi dan banyak salju. Mobil jadi sangat banyak dan nyetir mesti ber-hati2 dalam segi lain lagi ini. Menjeland Virginia ada juga terlihat salju lama yg belum cair yg tidak bagus lagi kelihatannya, saya kasi nick name “salju basi” karena memang kelihatan tidak seger lagi.

Pendek cerita, kami sampai dengan selamat di apartemen kami di Alexandria pada kira2 pukul 1 lebih dinihari.

Bagian ke 3: Gara2 teler jadi sakit!

Setelah sampai di US saya memulai hidup rutin seperti biasa sehingga tidak ada yg perlu disharingkan tentang kedidupan rutin saya. Hanya saja sekarang cerita ini mulai menginjak pada bagian yang tidak enak yaitu karena saya jatuh sakit.

Saya selalu menjaga supaya makan dan minum yang baik, juga hidup yg baik. Lha ini yg ternyata tidak gampang. Cara hidup yg baik itu sudah banyak ditulis di mana2 oleh banyak orang. Antara lain oleh dokter dari Taiwan yg menghubungkan cara hidup yg baik ini dengan liver cancer karena katanya tidur terlalu malam itu bisa bikin sakit karena menurunkan daya tahan tubuh karena mengacaukan jam biologis kita. Baca saja cerita lengkapnya di link itu.

Seperti biasa saya cuma merasa kurang enak badan atau masuk angin begitulah. Dan seperti biasa juga saya dikerik oleh istri saya. Setelah dikerik kalau sembuh ya sembuh tapi kalau tidak sembuh, buat saya artinya mengalami radang tenggortokan. Dan kalau radang tenggorokan mesti ke dokter untuk diperiksa apakah tenggorokannya merah apa tidak. Di US dan Canada tidak bisa beli antibiotik di toko obat dan mengobati diri sendiri.

Dokter2 di sini juga tidak gampang memberi resep antibiotik. Kalau si pasien tidak terlihat parah sakitnya dan tenggorokannya dilihat tidak merah, biasanya dokter tidak akan ngasi resep apa2, cuma disuruh kumur antiseptik / air garam hangat, istirahat dan banyak minum. Kalau radang barulah dikasi antibiotik.

Saya sudah lama jarang sakit yg sampai minum antibiotik. Tapi kali ini karena malas ke dokter dan sakitnya di-tahan2 dan berusaha diobati sendiri dengan out of the counter medicine yg ternyata tidak mempan, badan tetap panas dingin. Akhirnya setelah saya didesak oleh istri saya, barulah saya mau ke dokter.

Dokter ternyata memberi antibiotik, berarti sakitnya dianggap cukup parah. Obat diminum smpai habis tapi badan masih panas dingin terus …. berasa meriang …. tidak demam betulan tapi pokoknya tidak enak. Pembaca tentu pernah mengalami sendiri dan mengerti betul yg saya maksud.

Setelah 2 minggu dari dokter saya tidak sembuh, saya ke dokter lagi. Dikasi antibiotik lagi. Dia bilang saya kena sinusitis, padahal saya tidak merasa sakit di daerah sinus saya. Hidung saya yg kiri memang gampang ter blok tapi ini karena urusan lain. Ini gara2 operasi sympatectomy di tahun 1974 yg lalu gara2 kecelakaan berat yg menimpa lengan kiri saya …. mestinya teman2 yg seangkatan dengan saya masih ingat.

Gara2 sympatectomy ini maka nerve saya tidak balance sehingga hidung kiri jadi suka mampet dan saya menjadi kebiasaan pakai obat tetes hidung Otrivin [dulu Iliadin di Indonesia, entah sekarang apa masih ada?] tiap hari yg sebetulnya tidak boleh dipakai untuk jangka lama apalagi seperti saya dari tahun 1974.

Dokter nyuruh saya mem-flush / bilas hidung dengan larutan garam. Di sana bisa dibeli dalam sachet yg namanya Sinus Wash. Satu paket asli kalau belum punya alatnya yg seperti lampu aladin kecil terbuat dari plastik itu, dikemas dalam doos dan dikasi sachet2 saline powder itu. Garam hidung itu dimasukkan ke alat itu terus dicampur air hangat yg harus diusahakan sama dengan suhu badan, dan diaduk. Alat itu cucuknya dimasukkan lubang hidung kiri sambil kita nungging di washtafel, airnya akan keluar dari lubang hidung kanan. Tentunya harus bernapas dari mulut waktu melakukan itu.

Terus setengah airnya lagi [jangan dihabiskan sekaligus untuk 1 lubang hidung] dipakai untuk lubang yg satunya lagi. Dengan cara itu hidung bisa kurang mampetnya dan dokter juga melarang saya untuk tetap pakai Otrivin terus-terusan begitu. Saya nekad pakai Otrivin terus2an karena seperti “nyandu”. Lha gimana, kalau hidung yg kiri mampet dibiarin saja, akan merembet ke hidung kanan sehingga jadi megap2 ….

Setelah minum antibiotik yg ke 2 itu badan masih panas dingin juga tapi lama kelamaan setelah di flush itu badan merasa lebih enak. Akhirnya ber-angsur2 saya sembuh juga dari panas dingin yg sangat lama itu, yg ternyata makan waktu 1 bulan lebih.

Saya jadi berpikir “kenapa saya bisa sakit selama itu, dan kok saya sampai didiagnosa sinusitis segala? Setelah saya pikir2, jawabannya gampang yaitu karena saya tidurnya selalu kemalaman, pokoknya kurang tidur atau kurang istirahat dan kalau menurut istri saya, dia bilang hidup saya kurang balance.

Iya betul …. saya ngaku itu semua karena pada waktu2 itu saya sedang punya hobi baru yaitu bikin website dan belajar tentang segala sesuatu yg berhubungan dengan Internet Business / Internet Marketing. Ber-jam2 saya asyik membaca atau melihat video lessons, dll tentang itu.

Perkara tidur malam bisa bikin sakit ini relatif karena bisa saja tidak berlaku buat semua orang, tapi bagi saya, ini betul2 betul –> saya kalau tekor tidur ber-hari2 -> ber-minggu2 -> ber-bulan2 akan sakit. Berbahagialah yg tidak seperti itu tapi kita laweya mestinya makin mulai tahu diri kalau bisa jangan tidur kemalaman. Ingat artikel tentang Liver Cancer, ini mbok dibaca untuk yg belum baca, atau dibaca lagi buat yg sudah pernah baca.

Ini adalah sharing saya, jadi terserah kepada para pembaca, siapa yang mau mengikuti saran saya, siapa yg tidak / belum bisa / mau mengikuti saran saya juga tidak apa2.

Ingat saja ini: Dulu waktu jamannya kita masih SMP / SMA kita suka ngomong ini “Numpak brompit ojo di mol nek orak gelem cepet rusak!”. Nah yg di mol itu bisa apa saja kan, bisa pit / brompit / badan kita sendiri. Tidur kemalaman, kurang tidur, hidup tidak balance apalagi ditambah makan dan minum yg tidak baik berarti nge-mol badan kita! Hayo siapa yg ndak setuju ngacung?!

Jangan lupa, ancaman kepada kesehatan kita itu ditambah lagi dengan banyaknya “gangguan2″ zaman moderen yg baru2 ini saya sharingkan dalam posting di milis tentang dunia modern yg terus mencekoki kita dg hal2 yg tidak baik:

  1. Fast food: isinya easy sugar dan easy carbohydrate yg ganas bisa bikin diabetes type 2
  2. Easy sugar dan easy carbohydrate itu bisa bikin pembuluh darah inflamed. Mestinya pernah baca prosesnya, yaitu contonya spt kita kerokan tiap hari di bagian kulit yg sama, betul2 tiap hari, apa yg terjadi? Kulit jadi luka, berdarah dan menebal, terus memborok. Kira2 spt itu, inflammed blood vessel spt kulit yg dikerok tiap hari, lalu badan berusaha menambal luka di pembuluh darah itu shg terjadi penebalan. Kalo ini terjadi terus menerus, makin tebel, kalo terjadi di jantung bisa heart attack, kalo do otak bisa stroke, kalau di kaki bisa neuropaty = gringgingen, baal, sakit, lemes otot -> kalo ditambah diabetes akan makin gawat.
  3. Produk pertanian digerojok dg pestisida dan herbisida yg adalah carcinoges. Makin banyak org muda botak / rontok rambut.
  4. Produk hewani [ayam, babi, sapi, dll]: dikasi growth hormon dan antibiotik yg terbawa ke dagingnya yg kita makan juga. Banyak perempuan tumbuh kumis. Fried Chicken wing itu enak, apalagi yg parmesan garlic yg dari Buffalo; tapi chicken itu disuntik obat2an itu ya di wing nya itu. Jadi kita makan bagian yg terbanyak “begituannya”.
  5. Radiasi dari cell phone, microwave, dll gelombang yg katanya OK tapi kita tidak pernah tahu kebenarannya.
  6. Frozen / processed food: pasti dikasi pengawet dan seringnya zat pewarna utk bikin warna bagus / seger -> cancer
  7. MSG: penyebab utama cancer, alzheimer dan parkinson

Jadi, apa pesan moral dari sharing saya ini? Sangat sederhana, kita semua sudah tahu:

Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Jangan sampai kasep. Badan kalau sudah terlanjur rusak ada yg tidak bisa pulih seperti sediakala, bisa pulihpun mungkin tidak akan seperti semula.

Kanapa saya cerita panjang lebar tentang sakit panas dingin dan sinusitis? Ini ada hubungannya dengan badan yg ter “mol” itu:

  • Di Canada sebelum berangkat waktu akhir tahun 2010 itu pasti saya kecapean dengan banyaknya acara keluarga, dll.
  • Perjalanan ke Amerika yg betul2 munguras tenaga dan “makan syaraf”
  • Sesampai di Amerika kurang istirahat juga gara2 hobi bikin website

Jadi ber-hati2 lah, sedikit2 lama2 jadi bukit – itu peribahasa betul sekali!

Kalau ke Amerika saya cuma dicover dengan Emergency Travel Insurance. Ini cuma mencover yg betul2 emergency seperti:

  • Sakit flu biarpun sampai sinusitis
  • Klilipan kalau parah dan mesti sampai ke dokter mata juga diganti
  • Kecelakaan …. amit2 …. atau
  • Heart attack …. juga amit2

Tapi itu semua kalau yg sifatnya bukan pre existing condition in the last 3 months.

Jadi kalau sebelumnya belum pernah kena heart attack, terus kena waktu di Amerika, habis berapapun akan diganti, tapi after-care treatmentnya TIDAK DIGANTI.

CATATAN: Kalau sampai masuk emergency di Amerika karena diduga heart attack, nginap semalam di rumah sakit, bisa kena $14,000.

Karena itu dari Amerika saya segera menghubungi dokter keluarga saya. Saya bilang bahwa saya didiagnosa sinusitis dan saya tidak mau kalau sampai berkelanjutan dan belum sembuh betul kalau kambuh lagi waktu saya berada di Amerika lagi kan bakal tidak diganti asuransi.

Sinusitis kalau sudah akut kan katanya bisa ngeluarin ingus kentel berwarna kehijauan dan kalau kronis tidak sembuh total bisa ber-tahun2 tidak sembuh karena antibiotik tidak bisa mencapai tulang sinus sehingga jalan terakhir mesti operasi untuk membersihkan tulang sinus itu dengan jalan dikerok / dikorek …. hiii!

Mungkin sudah ada yang tahu bahwa saya kembali ke Canada setiap 3 bulan sekali. Ya jadi waktu di Canada itu kesempatan untuk ke dokter “gratis” yg biasanya sudah saya atur untuk cek-up dan kontrol ini itu sehingga jadwal penuh.

Saya untungnya bisa mendapat tempat untuk di refer ke spesialis THT. Dokter keluarga saya untungnya sangat kooperatif dan mau mengalkomodasi jadwal saya yg seringnya mepet2 itu.

Bagian ke 4: Diperiksa oleh dokter spesialis THT

Dokter saya ini ternyata bersuper-spesialisasi sebagai Thyroid Surgeon – Dr. Berge Marcarian. Seperti biasa waktu ke dokter kita kan ditanyai sakitnya apa. Ya saya bilang bahwa saya didiagnosa sinusitis oleh dokter di Amerika, karena itu saya mau meyakinkan apakah saya sudah sembuh betul dari sinusitis saya.

Saya disuruh duduk di bangku bunder tanpa sandaran lalu ditanya macam2 yg tidak ada hubungannya dengan sinusitis:

  • Apa ada perubahan suara?
  • Apa ada kesulitan menelan?
  • Apa ada yg berasa sakit di leher?
  • Apa merasa sesuatu di leher?
Thyroid

Thyroid

Saya jadi heran dan bertanya ke dokter itu kenapa kok dia menanyakan yg begitu itu, memangnya ada apa. Dokter bilang bahwa thyroid kiri saya membesar dan dia mesti melakukan pemeriksaan follow up.

Saya memang tidak pernah merasakan apa2 dan kalaupun saya mencoba meraba dengan jari saya, tidak akan bisa merasakan pembesaran itu karena waktu dokter memeriksa, caranya ialah dia menekan dengan keras dan dalam ke leher kiri di atas tulang selangka dan menyuruh saya menelan sampai ter-batuk2. Orang biasa mana pernah mikir untuk memeriksa dengan cara begitu!

Lalu saya tanyakan ke dokternya: lha gimana urusan sinusitis saya? Barulah dia masukkan slang teropong ke rongga hidung saya, itu slang yg ada lensanya diujung. Setelah selesai memeriksa dengan slang teropong dia bilang bahwa sinusitis saya tidak apa2, sudah sembuh dan tidak ada peradangan lagi.

Nah jadi begitulah, gara2 didiagnosa sinusitis yg ternyata sudah sembuh, malah ketemu kelenjar thyroid kiri membesar.

Berikut ini adalah kronologis dari kejadian2 setelah itu:

  • 23 Maret 2011: Pemeriksaan pertama adalah pemeriksaan ultrasound atau USG dengan hasil singkatnya ialah dianjurkan untuk follow-up dengan ultrasound lagi atau lebih baik lagi dengan fine needle aspiration biopsy. Hasil selengkapnya bisa dibaca di sini Further Examination.
  • 30 Maret 2011: Pemeriksaan darah untuk mengetahui tingkat TSH hormone yg ternyata memberikan hasil baik yaitu masih di dalam normal range. Hasil selengkapnya bisa dibaca di sini Further Examination.
  • 5 April 2011: Fine Needle Aspiration Biopsy yg pertama. Diagnosis: ATYPIA OF UNDETERMINED SIGNIFICANCE. Dalam bahasa awam bisa diartikan bahwa hasilnya tidak buruk dan tidak baik tapi lebih mengarah ke kurang baik. Dianjurkan untuk mengulang Fine Needle Aspiration Biopsy. Hasil selengkapnya bisa dibaca di sini Further Examination.
  • 5 April 2011: Fine Needle Aspiration Biopsy yg kedua. Diagnosis: BENIGN Follicular cells and colloid consistent with a benign nodule. Berarti tidak apa2 kalau mau diartikan begitu saja. Hasil selengkapnya bisa dibaca di sini Further Examination.

Meskipun demikian, dokter bilang bahwa jarum biopsi itu tidak bisa ditentukan tepatnya dimana waktu menyedot cairan dari kelenjar thyroid itu. Dengan begitu kita tidak pernah bisa tahu ujung jarum itu pas menyedot daerah yg ada sel2 cancernya atau tidak. Dokter sangat menganjurkan supaya saya mau dioperasi kelenjar thyroid kiri saya karena cuma itu satu2nya cara untuk memastikan. Setelah dioperasi, thyroidnya akan dikirim ke pathology laboratory untuk diperiksa seluruh jaringannya.

Saya masih ragu2 untuk dioperasi thyroid kiri saya untuk diangkat karena pertimbangan ini:

  1. Ada risiko pita suara akan terkena sehingga suara bisa berubah atau salah2 bisa tidak bisa ngomong – suaranya hilang atau mungkin suara jadi parau – biarpun katanya kemungkinan ini kecil.
  2. Sebelum operasi saya harus menandatangani pernyataan untuk menyetujui bahwa selama operasi, waktu saya belum sadar, dokter akan mengirim thyroid kiri itu ke laboratorium untuk langsung diperiksa dan kalau ternyata ditemukan sel2 cancer, dokter akan langsung mengambil thyroid kanan.
  3. Kalau ini benar terjadi, berarti saya tidak akan punya kelenjar thyroid lagi. Manusia tidak bisa hidup tampa kelenjar thyroid yg sangat vital untuk kehidupan. Untuk menggantikan hormone thyroid yg sudah tidak diproduksi lagi, saya harus minum hormone replacemtnt for the rest of my life…!

Saya minta konsultasi ke dokter spesialis endocrinologist – dokter hormone – untuk minta second opinion.

Dr. Andrew Boright – the endocrinologist – bilang kepada saya bahwa jika sekiranya saya perempuan dan thyroid kiri saya tidak membesar lebih dari 3 cm, dia tidak akan menganjurkan operasi. Tetapi karena saya laki, dia setuju dengan Dr. Berge Marcarian si spesialist THT = ENT.

Kemungkinan terjadinya pembesaran thyroid pada perempuan adalah 60% lebih besar dari pada lelaki. Jadi kalau yg mengalami pembesaran thyroid adalah perempuan, masih bisa dianggap “tidak apa2″ atau “okay-lah” begitu. Kalau terjadinya pada orang laki yg probalilitynya seharusnya lebih sedikit, harus ditanggapi lebih serius. Itulah data statistik yg berbicara.

Konsultasi dengan dr. Boright ini terjadinya di bulan September 2011. Sebetulnya operasi sudah dijadwalkan tanggal 15 September 2011 tapi saya batalkan karena mau ketemu dr. Boright dulu.

Setelah “dikeroyok” oleh 2 dokter spesialis, saya akhirnya “menyerah” dengan tidak rela dan menjadwal-ulang-kan operasi yg akan dilakukan pada tanggal 12 Januari 2012, hari Kamis. Dr. Marcarian selalu melakukan operasi pada hari Kamis.

Menurut dr. Marcarian untuk dia melakukan operasi pengambilan thyroid biasanya membutuhkan waktu 1 jam. Tapi karena ada kemungkinan dilakukannya operasi thyroid kanan, dia mem-book kamar operasi untuk 3 jam.

Bagian ke 5: Ternyata Thyroid Cancer

Operasi telah selesai dan saya masih berbaring di recovery room di Scarborough Grace Hospital; pertanyaan pertama saya kepada suster perawat adalah apakah thyroid saya yg kanan diambil apa tidak. Ternyata tidak! Itu adalah informasi baik pertama yg saya cerna setelah sadar. Informasi ke dua ialah saya jadi sadar bahwa si suster masih bisa menjawab pertanyaan saya; itu berarti bahwa saya masih bisa ngomong! :-)

Thanks God pita suara saya tidak kenapa-napa!

Saya belum bisa ngomong banyak karena leher sakit dan merasa tercekik karena leher dibalut perban melingkar dengan erat. Kesadaran juga belum kembali penuh karena masih ada sisa obat bius.

Pasien di recovery room tidak boleh ditengok. Setelah beberapa waktu barulah saya dipindahkan ke kamar rawat dan tak berapa lama lagi istri saya datang setelah dikasi tahu oleh petugas bahwa saya sudah berada di kamar.

Hanya Menginap Semalam Saja di Rumah Sakit

Besok paginya dr. Marcarian datang untuk membuka mengambil drain. Perban dibuka dan drain dicabut tapi benang jahitan tetap ditinggal. Dokter bilang bahwa pemeriksaan pathology kemarin sepintas tidak menemukan cancerous cells; makanya dia tidak mengoperasi thyroid kanan saya. Tapi dia bilang bahwa thyroid tissue itu akan diperiksa lebih lanjut dan akan dikirim ke laboratorium yg lebih besar “The University Health Network” yg biasa memeriksa spesimen2 cancer.

Setelah jahitan diplester lagi, dokter bilang saya boleh pulang pagi itu juga setelah dia membereskan paper works nya.

Saya pulang dijemput istri dan anak saya. Saya bisa ngomong tanpa banyak kesulitan / kesakitan, yg mengganggu ialah justru waktu menelan. Menelan ludah atau minum tidak bisa seperti sebelum operasi. Saya biasanya bisa menelan kaplet supplement yg besar 2 biji sekaligus tapi setelah operasi itu menelan 1 pil kecil saja kesulitan.

Dokter bilang gangguan menelan dan rasa sakit kemungkinan bisa selama beberapa minggu. Ya mau bilang apa … Saya dikasi resep Tylenol 3, itu pain killer yg ada codeinnya.

Seperti operasi2 lain, setiap operasi selalu ada bahaya infeksi. Inilah yg juga saya kuatirkan. Tapi anehnya saya cuma dikasi antibiotik 2 kali saja yaitu waktu pagi dan siang sebelum pulang dari rumah sakit. Entah antibiotik apa itu, mungkin antibiotik model baru!

Untung Tidak Infeksi

Malam pertama adalah malam yg tidak enak. Saya merasa sakit di leher dan kenceng di pundak, lehar, kepala. Saya sering me-megang2 luka operasi dari luar plesternya untuk mencari tanda2 pembengkakan atau infeksi, mudah2an tidak.

Besok paginya badan makin merasa sakit semua, leher terasa panas dan sakit, juga sakit kepala, terpaksa minum Tylenol 3. Saya mulai kuatir kalau itu gejala infeksi, tapi untungnya ternyata tidak. Seharian itu cuma berusaha santai saja.

Operasi Thyroid: di-korek2 dokter leher jadi sakit semua setelah operasi

Operasi Thyroid: di-korek2 dokter leher jadi sakit semua setelah operasi

Ternyata itu cuma reaksi tubuh karena leher bekas dipotong dan tissue badan di-korek2 oleh dokter. Operasi itu ternyata berjalan sampai hampir 2 jam karena meskipun kelihatannya dangkal tempat yg dioperasi dalam arti tidak usah membuka dada seperti operasi jantung, tetapi cukup detail karena dokternya harus ber-hati2 memisahkan thyroid dari pita suara yg boleh dibilang menempel di belakangnya. Di daerah itu juga ada banyak urat syaraf.

Seminggu setelah operasi saya balik ke dokter Marcarian untuk buka jahitan yg ternyata lukanya sembuh dengan baik. Untungnya saya tidak berbakat untuk tumbuh keloid sehingga lukanya sembuh bagus sekali hampir tidak kelihatan bekasnya.

Dokter bilang bahwa dia masih belum menerima hasil final dari patologi; dia bilang nanti kalau dis sudah terima akan menelepon saya.

Positif Cancer

Tiga minggu setelah operasi saya ditelepon oleh sekretarisnya dokter Marcarian, dokter mau ketemu saya segera.

Ditelepon oleh dokter untuk dikasi tahu hasil patologi, ini bikin saya kepikiran saja. Ya tapi mau gimana lagi?

Pada harinya saya berada di ruang prakteknya dokter Marcarian, dia bilang “I am sorry that I have to tell you this bad news  - you have cancer in your left thyroid”!

Saya memang sudah setengah siap mendengar berita itu. Kan kemungkinannya 50%-50% bukan? Lagipula untungnya thyroid cancer ini tidak tergolong yg ganas, jadi “tidak apa2″ untuk sementara waktu.

Hasil pathology itu cukup lama entah kenapa, mungkin specimennya perlu dikembang-biakkan – di kultur dulu. Dan ternyata dikirim ke University Health Network, itu laboratorium yg lebih canggih dari yg di rumah sakit.

Thyroid Isthmus

Thyroid Isthmus

Namanya juga dokter bedah, maka dia langsung menjadwalkan saya untuk operasi thyroid yg kanan. Semula dijadwalkan tanggal 10 Mei 2012 hari Kamis juga. Dia bilang biasanya kalau thyroid yg sebelah positif cancer, yg sebelahnya lagi juga kemungkinan besar positif karena mereka boleh dibilang berdempetan, cuma dipisahkan oleh thyroid  isthmus yaitu bagian yg menjembatani thyroid kiri dan kanan.

 

 

Bagian ke 6: Operasi Thyroid ke 2 – Yang Kanan

Yang bikin repot ialah karena saya mesti balik ke Amerika lagi setelah sejak sebelum Natal 2010 berada di Canada, tepatnya tanggal 17 Pebruari 2011 hari Jumat saya berangkat bersama isteri saya.

Dokter Marcarian tidak memberi saya obat apa2, juga belum memberi hormone replacement pill karena katanya orang masih bisa hidup dengan satu thyroid saja – asal masih berfungsi normal. Meskipun demikian kalau mau ber-lama2 hidup dengan hanya satu thyroid, sangat dianjurkan untuk mengointrom kadar TSH di dalam darah.

Untuk orang yg thyroidnya tinggal satu, bila untuk waktu yg berkepanjangan keadaan thyroid yg tinggal satu itu juga mesti terus dimonitor karena dengan cuma satu saja, kerjanya jadi berat sehingga kalau kepayahan bisa ikut membesar. Tetapi untuk kasus saya yg hanya beberapa bulan lagi akan dioperasi, hal ini tidak menjadi masalah.

Segan Dioperasi

Sebetulnya saya masih belum rela untuk dilakukan total thyroidectomy kepada saya karena bisa terjadi Complications After Thyroid Surgery. Hal ini bisa terjadi karena pada dasarnya operasi thyroid itu sangat rumit. Di belakang kelenjar thyroid ada yang namanya kelenjar parathyroid yg fungsinya ialah untuk mengontrol tingkat kalsium di dalam badan. Dan kata dokter Marcarian, bentuk fisik kelenjar parathyroid ini tidak begitu kelihatan terpisah dari yg lain2nya.

Terus terang saya men-cari2 alasan untuk tidak dioperasi thyroid kanan saya. Kebetulan saya menemukan artikel di internet yang kurang lebih menyerupai, atau bisa mewakili thyroid cancer. Artikel ini tentang prostate cancer yg pada dasarnya, katanya 70% – 80% pria bila diautopsi setelah meninggal, ternyata mempunyai prostate cancer biarpun meninggalnya itu bukan karena prostate cancer, tetapi karena penyakit lain, kecelakaan, dsb.

Prostate cancer tahap 1 – makin rendah angkanya, makin kurang berbahaya – bila bisa terkontrol dan dipertahankan pada tingkatan ini bisa dianggap tidak berbahaya karena dormant. Tetapi bila sudah berkembang ke stage 2 prostate cancer bisa menyebar ke bagian2 badan diluar prostat.

Untuk menjaga supaya penyakit ini bisa tetap trrkungkung – dormant – kita harus hidup secara sehat dan memperhatikan makanan kita. Berikut ini silakan baca artikel yg bagus sekali tentang Good Foods and Bad Foods Related to Cancer.

Penderita stage 1 prostate cancer, survival rate nya masih cukup tinggi. Karena itu se-bisa2nya kita harus hidup sehat dan menghindari makanan dan minuman yang tidak baik.

Kembali ke keseganan saya untuk dioperasi thyroid kanan saya. Saya berargumentasi dengan diri saya sendiri bahwa kalau saya bisa disiplin mengikuti pola hidup sehat, makan / minum sehat, masak tidak bisa “mengkarantina” sel2 cancer ini.

Akhirnya Menyerah

Masalahnya tidak segampang itu. Di dunia ini belum ada suatu test yg ces-pleng untuk mengetahui apakah thyroid seseorang itu ada sel cancernya apa tidak. Tidak ada cara praktis untuk mengetahui apakah sel2 cancer sudah menyebar ke bagian badan lain. Kalau untuk mengetahui seseorang demam atau tidak, ada cara yg gampang sekali yaitu dengan thermometer. Jika thermometer menunjukkan suhu misalnya diatas 38 derajat Celsius, kita bisa dengan mudah berkata “oh, orang ini demam”. Tapi sayangnya tidak ada cara untuk mengetahui penyebaran sel2 cancer. Sekali diketahui menyebar, berarti sudah mengenai organ dalam tubuh lain dan sudah terlambat

Operasi ke 2 yg dijadwalkan tanggal 10 Mei 2012 itu sempat saya cancel, saya minta rescheduling dengan alasan saya belum bisa kembali ke Canada. Kemudian saya dikenalkan oleh seorang teman kepada seseorang lain yg mengalami mirip seperti saya. Waktu thyroidnya yg sebelah ke dua dioperasi dan dipathologi, ternyata ditemukan sel2 cancer.

Berdasar itu saya jadi berpikir keras … bagaimana dengan saya…? Akhirnya saya ambil keputusan untuk “ya, mau dioperasi thyroid kanan saya”. Dengan pertimbangan untuk peace of mind dan pada waktu ambil keputusan itu kan saya masih kerja di Amerika sehingga kalau terjadi apa2 pada saya, bakal ruwetlah urusan dengan pekerjaan saya.

 Tanggal 5 Juli 2012, Kamis tentunya…

Itulah tanggal dan hari operasi ke 2 untuk mengambil thyroid kanan, Operasi dilakukan di tempat yg sama di Scarborough Grace Hospital. Singkat cerita, saya sudah selesai dioperasi dan setelah menerima hasil pathology, ternyata cancer juga ….

Yang kiri diagnosanya ialah papillary carcinoma yg golongan multifocal malignant. Yang kanan ini disebut thyroid carcinoma, entah apa bedanya. Yang penting ialah dokter Marcarian tidak menunjukkan kekuatiran apa2, menurut dia memang kondisi ini tidak urgent, hanya perlu diurusi saja.

Dia me-refer saya ke dokter Andrew Boright lagi si spesialist endocrinologist yg akan mengurusi treatment saya selanjutnya bersama dengan family doctor.

Bagian ke 7: Pasca Operasi Total Thyroidectomy

Saya ke dokter Boright pada hari selasa tanggal 7 Agustus 2012.

Bersambung :-)

 

Kembali ke Home – Daftar Isi Bahasa Indonesia

 


Comments are closed